Tak kan ada rasa | Coretan

Bismillah
Assalamualaikum !

Tak kan ada rasa kalo aja kamu gak terlalu dekat dengan aku, tak kan ada rasa kalo aku tak menemuimu dan terjerembab dalam sebuah perasaan.


Saat itu usia ku masih belia untuk mengenalmu, terlalu dekat denganmu adalah sebuah kesalahan untukku dan untukmu. Kesalahan itu semakin menjadi-jadi saat aku membantu temanku untuk lebih dekat denganmu. Kedekatan itu ternyata membawa sebuah perasaan yang seharusnya belum ada di diriku. Ya ! Perasaan Cinta. Tapi, aku juga belum tahu, apakah itu rasa cinta atau hanya sebatas rasa suka disaat masa puberku dulu. Masa puber pasti pernah dialami setiap orang, apa yang aku alami saat masa puberku salah satunya adalah menyukai lawan jenisku. Ya, Dia adalah lawan jenisku yang aku sukai, perasaanku ini salah aku artikan dan salah dalam pelaksanaan. Aku menyukainya dan tak seharusnya aku membantu temanku untuk mendekati dan membantu perasaanku padanya. Aku dan kesalahanku selalu terbayang sampai saat ini. Penyesalan selalu datang terlambat dan ratapan yang kini tersisa hanyalah sebuah bualan semata. Meratapi dan berdiam diri adalah hal bodoh.

Kedekatan ini akhirnya menjalin sebuah hubungan yang akhirnya tanpa kejelasan, hubungan yang didasari sebuah perasaan suka akhirnya hanya menghasilkan sebuah permusuhan. Yups, aku memberanikan diri dengan bantuan temanku untuk menembaknya untuk menjadi pacarku. Hahaha Pacar, ya ! Hubungan itu dinamakan banyak orang  dengan nama 'pacaran' entah siapa pencipta namanya dan entah siapa yang pertama melakukannya, tak tertulis di buku sejarah namun banyak yang pada saat masa pubernya melakukan pacaran, sama seperti aku.

Lembaran baru saat masa puberku diisi dengan kebahagiaan palsu yang beratas namakan cinta, sebuah hubungan yang terjalin bagai orang dewasa itu aku lakukan. Rasa bahagia itu selalu berkeliling di kepalaku mengontrol pikiran dan bibirku yang selalu tersenyum. Mengontrol emosiku untuk selalu bersemangat karenanya. Dan setelah dia pergi tanpa kejelasan, akhirnya semua rasa yang dirasa saat itu berbalik 360 derajat, semuanya menjadi kacau, tapi aku tak ada kapok-kapoknya untuk melakukan kegiatan itu. Berawal dari kedekatan dan berakhir dengan permusuhan itulah yang selalu ku jumpai dalam setiap hubungan yang tanpa kejelasan. Andai saja tak dekat Tak kan ada rasa.
Terima Kasih. Untukmu yang sudah memafkanku(lagi)

Komentar

  1. pernahkah kamu menyatakan dan mendefinisikan tentang arti seorang mantan ? karna yang aku tau mantan itu adalah bekas seorang kakasih saja. Tidak dengan yang lain.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mantan ! Maafkan aku yang dulu | Hijrah

Dimana Posisi Saya??? | Hijrah

Efek Jadi Mantan | Hijrah